Tebas Ibu Kandung karena Alasan Sepele, Begini Tangis Penyesalan Pelaku di Balik Sel

353
0
SHARE

Miris yang dialami oleh seorang ibu asal Lubuk Besar, Bangka Tengah, Bangka Belitung.Wanita bernama Hamidah (55) itu tak disangka mendapat perlakuan biadab dari David (27), anak kandungnya.

kasus penganiayaan di wilayah hukum Polsek Lubuk Besar Polres Bateng, Senin (25/12/2017), ini telah menyedot perhatian masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kapolres Bateng, AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang melalui Kasat Reskrim Polres Bateng, AKP Syamsul Bagja.

Syamsul menyebutkan bahwa peristiwa di RT 05 Kampung Madrasah, Desa Lubuk Pabrik, Kecamatan Lubuk Besar itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Hanya karena alasan sepele, pelaku tega menghabisi nyawa korban menggunakan sebilah parang.

“Berdasarkan keterangan, orangtua pelaku mengomel sambil berkata, ‘jangan buang air di dapur, baunya amis.’ Tetapi pelaku tidak menggubris.

Setelah itu orangtua pelaku berkata ikan itu mau diasin atau dipanggang terserah mereka, biar beliau saja yang menyiangnya.

Tidak lama kemudian pelaku keluar dari dapur sambil langsung mengayunkan parang ke arah kepala korban atau orangtua pelaku sebanyak dua kali sehingga korban meninggal di tempat,” ujar Syamsul.

Tak lama kemudian, pelaku langsung ditangkap Adnen (29), kakaknya, hingga diamankan oleh anggota Polsek.

“Kemudian langsung dibawa ke Polsek Lubuk, kemudian untuk menghindari dari amuk dari Keluarga Korban, maka Pelaku di amankan ke Rutan Polres Bateng,” katanya, Senin (25/12/2017).

Menurut keterangan dari seorang saksi, Supri (54), terdengar teriakan histeris saat insiden penikaman itu terjadi.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB, siang tadi pas saya lagi santai di rumah dari rumah Bu Hamidah terdengar teriakan histeris. Saya langsung cek ke rumah, ternyata yang jerit Adnen, kakaknya David,” ujar Supri.

Dari informasi yang dijelaskannya, saat Supri memasuki rumah korban, Adnen terlihat sedang memeluk pelaku yang masih memegang parang bersimbah darah.

“Saya cek isi dalam rumah, sontak terkejut lihat Bu Hamidah sudah telungkup bersimbah darah dengan luka robek lebar di bagian kepala belakang. Awalnya aku kira luka biasa, saya gak kuat, mau muntah, darah penuh di mana-mana. Ya Bu Hamidah sudah meninggal,” tambah Supri.

Dalam video yang diunggah akun Facebook Yuni Rusmini, Kamis (28/12/2017), pelaku tampak menyesalkan perbuatannya sendiri.

Ia terlihat mengenakan seragam jingga tahanan dan menangis di balik jeruji besi sambil mengulang kalimat, “Ampun, Mak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here